Jumat (29/8) berkah. Dua pecatur muda Indonesia memenangkan pertandingan babak keenam mereka pada 1st Fujairah Global Chess Championship di Fujairah Chess & Culture Club, UAE, dengan cara yang meyakinkan. Masyarakat catur Indonesia yang menonton secara live di chess.com atau lichess.org tidak perlu cemas dan berdebar-debar seperti hari-hari sebelumnya.
Bahkan kemenangan IM Aditya Bagus Arfan (2399) atas pecatur Iran FM Seyed Abolfazl Moosavifar (2283) harus dipuji karena berkelas. Permainan yang dibuka dengan pembukaan Skotlandia variasi Klasik itu tampak dikuasai dengan baik oleh Adit. Pembuktiannya, pada langkah ke-12 ketika bidak b2 diancam, Adit tidak membuang tempo menjaga bidak tersebut. Dia malah menggerakan Rajanya ke petak h1. Ketika Seyed mengajak pertukaran bidak di d5, Adit terus konsisten dengan rencananya dengan mainkan f4. Akhirnya Seyed memakan bidak b2 pada langkah 16. Itulah kesalahannya, sebab itu bidak beracun.
Ketika Adit beruntun memajukan bidaknya ke petak f5 dan kemudian f6 barulah terasa betapa bahayanya serangan terhadap sayap-raja Hitam. Selanjutnya setiap langkah yang dimainkan Adit sangat berisi penuh tenaga. Puncaknya Adit mengorbankan Bentengnya di g5 pada langkah 27 hanya ditukar dengan dua bidak. Tapi sayap-raja Seyed hancur dan kerjasama Menteri dan Gajah Putih serta dukungan bidak e5 dan f6 serta Benteng dari belakang sangat mematikan. Seyed menyerah pada langkah 31.
Sementara partai IM Nayaka Budhidharma (2389) vs pecatur China FM Jin Hongtao (2293) yang memainkan pertahanan Sicilia variasi Najdorf, sudah memperlihatkan buah Hitam Nayaka akan unggul setelah Jin menukar Gajahnya dengan Kuda Nayaka di petak f6 pada langkah 18. Sebab posisi sangat dinamis dan yang memiliki pasangan Gajah akan unggul jika tidak melakukan kesalahan. Benar saja, pada langkah 33 Nayaka unggul satu bidak dengan posisi tidak ada bahayanya.
Saling tukar perwira dan bidak pun terjadi, tapi bangunan permainan akhir Benteng yang timbul dengan Nayaka tetap unggul satu bidak pada langkah 44 (3 bidak Nayaka vs dua bidak Jin) menunjukkan secara teknis Hitam sudah menang. Nayaka menunjukkan kelasnya dengan langkah-langkah presisi. Jin menyerah langkah 52.
Kini Nayaka dan Adit tetap sama mengumpulkan 3,5 poin (hasil +3 = 1 -2). Babak tujuh mereka tetap akan bertanding bersebelahan lagi. Adit bertemu pecatur putri Iran lagi WFM Sara Davari (2204) di meja 41, sedang Nayaka bertemu pecatur Uzbekistan FM V Samandar Shermuhammado (2110) di meja 42.