Naik turun hasil dua pecatur muda Indonesia berusia 19 tahun yang berlaga pada babak kelima 1st Fujairah Global Chess Championship di Fujairah Chess & Culture Club, UAE, Kamis (28/8), masih terus terjadi. IM Nayaka Budhidharma (2389) berhasil menaklukkan pecatur remaja putri Kazakhstan WIM Amina Kairbekova (2297) pada langkah 57 pertahanan Sicilia variasi Tertutup.
Pertarungan mereka seru penuh adu taktik. Amina walau pegang Hitam aktif menyerang dari sayap-raja, sementara Nayaka membalas di sentrum. Keduanya sama-sama melancarkan korban perwira, tapi pada akhirnya Nayaka lebih akurat. Kombinasi kerja sama Menteri dan Bentengnya lebih cepat menerobos ke baris akhir dan mengancam mat. Amina pun menyerah.
Sebaliknya partai IM Read Samadov (2522) dari Azerbaijan vs IM Aditya Bagus Arfan (2399) berjalan tergolong tenang sesuai teori pembukaan Gambit Menteri Diterima variasi Klasik. Praktis sejak langkah 23 sudah memasuki permainan akhir sama-sama Benteng Gajah dengan sama-sama tiga bidak juga. Bedanya bidak Read terpecah dua pulau lajur a-b dan f-g-h, sedang Adit terpecah tiga pulau (lajur a-b, lajur e-f dan lajur h). Secara teori tentu saja Read sedikit lebih baik, tapi biasanya keunggulan itu terlalu tipis untuk jadi kemenangan.
Read yang memiliki rating Grandmaster tentu tidak ingin remis, apalagi ia bisa meneruskan upayanya tanpa risiko kalah. Harapannya lawannya yang ratingnya 123 poin lebih rendah akan membuat kesalahan. Usahanya ternyata tidak sia-sia. Akhirnya Adit melakukan kesalahan juga pada langkah 41…Bb5+ yang membantu Gerak maju Raja lawannya yang memang mau berpindah ke sayap-raja untuk membantu dua bidak bebasnya di lajur-f dan h bergerak maju promosi. Padahal ada tiga lanjutan lain yang masih memberikan keseimbangan 41…a4, 41…Bb6 dan 41…Rg8. Apa boleh buat, Read memang lebih matang dan ratingnya tidak bohong. Adit berusaha keras terus bertahan tapi akhirnya pada langkah 79 ia harus menyerah juga.
Kini Nayaka dan Adit kembali sama mengumpulkan 2,5 poin. Babak enam mereka akan bertanding bersebelahan lagi. Adit bertemu pecatur Iran lagi FM Seyed Abolfazl Moosavifar (2283) di meja 54, sedang Nayaka bertemu FM Jin Hongtao (2293) dari China di meja 55.