Saya dan Adit menuju kota Fujairah dari Abu Dhabi diantar sopir taksi bernama Dinesh Pandit. Ia warga negara Nepal, tapi sudah menetap di Abu Dhabi selama 7 tahun. “Sebagai sopir saya sudah bekerja 30 tahun lamanya,” cerita Dinesh. Pantaslah perjalanan kami lancar sekitar 2 jam 40 menit saja. Itu antara lain lantaran jalanan sepanjang 259 km yang kami tempuh itu praktis mulus tanpa ada gelombang meski panas menyengat 38 celcius.

Dua pecatur muda Indonesia berusia 19 tahun IM Aditya Bagus Arfan (2399) dan IM Nayaka Budhidharma (2389) melanjutkan perjalanan caturnya dengan mengikuti turnamen kedua setelah 31st Abu Dhabi Chess Festival di Abu Dhabi, yaitu 1st Fujairah Global Chess Championship yang diselenggarakan oleh Fujairah Chess & Culture Club di gedung baru mereka yang mewah di Fujairah, kota terbesar ketujuh Uni Arab Emirat.

Sebetulnya pertandingan sudah dimulai sejak tanggal 25 Agustus, tapi saya malas menulis karena tidak diijinkan masuk ke arena pertandingan dengan alasan tidak mempunyai id card. Saya baru diijinkan masuk pada babak keempat, itu pun memakai id card volunteer. Ya tidak apa-apa, yang penting bisa memotret atlet Indonesia. Jadi berita empat babak awal ini saya rangkum saja. 

Perjalanan kedua pecatur Indonesia yang main di kelompok Master, yaitu peserta dengan rating di atas 2200 ini penuh gelombang naik turun. Nayaka memulai dengan bagus sekali menang dari GM Vahe Baghdasaryan (2243) dari Armenia, kemudian remis lawan GM Mihail Nikitenko (2504) dari Belarus. Tapi kalah beruntun dari GM Igor Miladinovic (2501) asal Serbia dan dari WIM G. Tejaswini (2298) dari India. Jadi Nayaka baru mengumpulkan 1,5 poin.

Sebaliknya dengan Adit yang memulai dengan buruk. Ditahan remis pecatur putri Iran WFM Melika Mohammadi (2244), kemudian kalah dari pecatur Iran lainnya, CM Amiri Seyed Kian Ghoreishi (2215). Kemudian menang beruntung dari FM Sinha Aarav (2266) asal India dan CM Behzad Salimiyan (2262) asal Iran. Jadi Adit sudah mengumpulkan 2,5 poin.

Babak 5 Kamis (28/8) mulai pukul 17:00 (20:00 WIB) Adit bertemu IM Read Samadov (2522) dari Azerbaijan, sedang Nayaka bertemu WIM Amina Kairbekova (2297) dari Kazakhstan.

Menurut statistik panitia, kategori Master diikuti 239 peserta dari 55 negara. Tercatat ada 24 GM, 6 WGM, 88 IM, 4 WIM, 93 FM dan 12 CM. Ada dua kategori lainnya, yaitu kelompok Superstar yang pesertanya memiliki rating di atas 2500 dan kelompok Open yang pesertanya pecatur junior dan wanita yang ratingnya di bawah 2200.