Mungkin tiket Piala Dunia Catur tidak dapat diraih para pecatur Indonesia pada Asian Individual Chess Championship di Danat Hotel Resort, Al Ain, UEA, yang sudah menyelesaikan babak ke-7 Selasa (13/5). Tapi pecatur putri Indonesia WIM Ummi Fisabilillah (2115) masih meniti jalannya untuk menjadi Women Grandmaster (WGM) keempat Indonesia. Ia sudah membukukan 4½ poin. Pada babak 7 dia mengalahkan adik kandungnya sendiri WIM Laysa Latifah (2262). Syarat gelar lawan-lawannya sudah memenuhi syarat, begitu juga jumlah rata - rata rating lawannya. Kini tinggal jumlah poin yang harus dikumpulkannya selama 9 babak. Sejauh ini 5½ poin sudah mencukupi untuk merebut Norma WGM terakhirnya. Artinya dari dua babak tersisa Ummi hanya membutuhkan 1 angka alias sekali menang atau dua kali remis saja. Sesuatu yang mungkin dicapainya kalau berkaca dari kestabilan permainan nya selama tujuh hari terakhir. 4½ poin adalah top skor pecatur Indonesia sampai saat ini. Selanjutnya 4 poin yang dibukukan IM Medina Warda Aulia (2377) yang bermain remis vs WIM Margarita Potapova (2467 Rusia). Tiga pecatur putri Indonesia lainnya baru mengumpulkan 3½ yaitu Laysa yang kalah dari Ummi, WGM Dewi AA Citra (2202) yang menang dari WIM Marjona Malikova (2060 Uzbekistan), dan WIM Chelsie Monica Sihite (2239) yang kalah dari unggulan pertama IM Leya Garifullina (2467 Rusia). Di bagian putra tiga pecatur Indonesia membukukan 3½ poin yaitu GM Susanto Megaranto (2477) yang menang atas IM Maran K Senthil (2355 India), Gilbert Elroy Tarigan (2415) yang menang atas IM Sunil Mokal Prathamesh (2351 India), dan IM Aditya Bagus Arfan (2402) yang menang atas FM Jaloliddin Ikhomi (2272 Tajikistan). Sementara tiga pecatur Indonesia lainnya baru mengumpulkan 3 poin, yaitu GM Novendra Priasmoro (2437) yang dikalahkan IM Panda Sambit (2369 India), IM Farid Firman Syah (2369) yang remis vs FM Naranbold Sobilegt (2159 Mongolia), IM Azarya Jodi Setyaki (2364) yg remis vs CM Isaak Huh (2087 Korsel).