Ibarat pohon yg semakin tinggi makin kencang digoyang angin. Pecatur Indonesia yg main di meja atas pada babak 4 AICC Sabtu (10/5) di Danat Hotel Resort, Al Ain, UEA, seperti GM Susanto Megaranto di meja 11 harus menghadapi lawan paling sulit GM Nguyen Ngoc Truong Son (2632 Vietnam) yang tidak pernah sanggup ia kalahkan di nomor catur standar. Anehnya Son memilih menjawab pembukaan Ruy Lopez dengan variasi Berlin yang terkenal sebagai senjata remis. Benar saja mulai langkah 15 terjadi pertukaran perwira besar-besaran. Sampai langkah 20 masing - masing tinggal Menteri, Benteng, Kuda versus Gajah, dan 7 bidak yg masing2 4 di sayap-menteri dan 3 di sayap-raja yg mengindikasikan simetris dan keseimbangan. Pada langkah 26 hingga 28 pun terjadi pengulangan langkah yg berarti sepakat remis. Keduanya sama2 tidak mau resiko dan tampaknya baru pada babak - babak akhir baru akan memaksakan kemenangan. Lawan GM Novendra Priasmoro (2437), yaitu Juara Piala Dunia Catur Wanita 2023 GM Aleksandra Goryachkina (2544 Rusia) -- benar sekali Goryachkina pecatur wanita yang bergelar GM pria dan sudah punya jatah ke Piala Dunia Wanita sehingga memilih main di Open sbg latihan atau bisa jadi juga ia mengincar tiket Piala Dunia Putra -- yang unggul satu bidak pada langkah 20 tapi buat langkah lemah 34.b3 yang dimanfaatkan Novendra dengan kombinasi pengorbanan Benteng di d4 dan merebut kembali bidaknya, sehingga Goryachkina mengundang pengulangan langkah yang ditolak Novendra, tapi lanjutannya tidak membuat keunggulan siapa2 sehingga pada langkah 46 Goryachkina menawarkan remis yang disambut Novendra. Selain Susanto dan Novendra, satu pecatur Indonesia lainnya yg sama mengumpulkan 2,5 poin dari 4 babak adalah IM Farid Firman Syah (2369) yg remis vs IM Chen Qi (2482 China). IM Gilbert Elroy Tarigan (2415) dan IM Azarya Jodi Setyaki (2364) sama baru mengumpulkan 2 poin setelah bermain remis lawan GM Nayaranan S L (2598 India) dan GM Xu Yi (2481 China). IM Aditya Bagus Arfan (2402) yg kalah dari GM Aditya Mittal (2547 India) tetap 1,5 poin. Di bagian putri IM Medina Warda Aulia (2377) kembali menjadi pegumpul poin tertinggi 2,5 angka setelah mengalahkan WIM Luong Phuong Hanh (2144 Vietnam). Sementara WGM Dewi AA Citra (2202), WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite (2239), dan WIM Ummi Fisabilillah (2115) membukukan 2 poin setelah kalah dari WGM Mobina Alinasab (2342 Iran), IM Gulrukhbegim Tokhirjonova (2369 Uzbekistan) dan bermain remis dari IM Normin-Erdene Davaademberel (2330 Mongolia). Sedang WIM Laysa Latifah (2262) mengumpulkan 1,5 poin hasil remis vs WIM Bernadette Galas (1984 Filipina).